0

Demi Industri Tekstil dan Fashion Berkelanjutan, Royal Golden Eagle Siapkan Investasi USD 200 Juta

Sumber: pexels.com

Pada 15 Oktober 2019 lalu, Royal Golden Eagle menyatakan komitmennya untuk mengembangkan serat tekstil selulosa dengan menginvestasikan dana senilai USD 200 juta. Investasi ini rencananya akan disalurkan secara bertahap selama 10 tahun ke depan untuk membantu mengembangkan dua unit bisnisnya, yakni Asia Pacific Rayon (APR) dan Sateri.

Kedua unit bisnis Royal Golden Eagle tersebut memang sudah lama memenuhi kebutuhan serat viscose dunia. Melalui Asia Pacific Rayon (APR) dan Sateri, RGE dikenal sebagai salah satu pemain utama dalam industri Viscose. Dengan kapasitas produksi mencapai 240.000 ton (Asia Pacific Rayon) dan 1,1 juta ton metrik (Sateri) per tahunnya, serat viscose yang dihasilkan oleh RGE telah tersebar ke penjuru dunia dan banyak digunakan baik dalam bentuk tisu bayi, masker kecantikan hingga produk tekstil.

Investasi USD 200 Juta untuk Pengembangan Serat Selulosa

Viscose sendiri merupakan produk olahan dari serat kayu. Karena dibuat dari bahan alami, Viscose memiliki karakteristik yang lebih mudah terurai. Hal ini membuatnya jauh lebih ramah lingkungan jika dibandingkan dengan kain sintetis yang terbuat dari plastik. Mengingat sifatnya yang mudah terurai dan lebih ramah lingkungan, Royal Golden Eagle memandang bahwa Viscose inilah jawaban akan industri tekstil dan fashion berkelanjutan.

Sebagai produk tekstil, Viscose juga tidak kalah jika dibandingkan dengan bahan tekstil lain yang jauh lebih populer. Sebut saja seperti nylon, polyester dan acrylic. Saat diolah menjadi sebuah pakaian, Viscose tidak terasa panas. Bahannya terasa nyaman di kulit.

Dari segi warna, Viscose juga mampu menampilkan warna-warna dengan cemerlang. Bahan tekstil ini juga mudah dipadukan dengan bahan-bahan lain seperti katun dan poliester.

Investasi senilai USD 200 juta oleh Royal Golden Eagle ini rencananya akan dialokasikan untuk 3 hal. Peningkatan teknologi bersih dalam pembuatan serat sebanyak 70% dari total investasi, pengembangan produk percontohan sebanyak 20% dan 10% sisanya akan digunakan untuk pengembangan RnD (Research and Development), ketiga hal inilah yang menjadi tujuan investasi grup bisnis RGE selama 10 tahun ke depan.

Jika menilik pada alokasi dana investasi di atas, dapat dilihat bahwa penekanan investasi ini lebih pada peningkatan teknologi bersih. Hal ini juga menjadi salah satu bukti komitmen Royal Golden Eagle dalam membangun dan mengembangkan praktek operasional produksi yang ramah lingkungan.

Royal Golden Eagle dan Praktek Bisnis yang Berkelanjutan

Pengembangan bisnis Royal Golden Eagle tidak terbatas pada peningkatan kualitas dan kapasitas produksi ataupun pemasaran yang lebih luas. Praktek bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan juga menjadi perhatian grup bisnis yang didirikan oleh Sukanto Tanoto tersebut.

Kedua unit bisnisnya yang bergerak dalam industri Viscose, yakni Asia Pacific Rayon (APR) dan Sateri menerapkan standar produksi yang sangat ketat. Kebijakan zero waste dijalankan dengan serius. Hal ini dibuktikan dengan pemanfaatan air yang sangat efisien dan daur ulang limbah.

Pemilihan bahan baku juga tidak hanya menitikberatkan pada aspek kualitas. Sumber dari bahan baku yang digunakan juga turut menjadi perhatian. Untuk yang satu ini, Royal Golden Eagle hanya menggunakan bahan baku dari sumber-sumber terbarukan.

Untuk mendukung hal tersebut, Asia Pacific Rayon (APR) yang merupakan salah satu unit bisnis Royal Golden Eagle membuka keran informasi rantai produksinya dengan lebar. Aplikasi “Follow Our Fibre” tersedia untuk membantu para pelanggan melacak asal-usul produk yang mereka beli. Melalui aplikasi yang dibangun di atas teknologi blockchain tersebut, pelanggan bisa mengetahui alur rantai produksi APR mulai dari sumber bahan baku hingga menjadi sebuah produk yang mereka gunakan.

karim6000

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *